RIP Finn (2023 - 2025)
Setelah 32 tahun nyupir, akhirnya gue kecelakaan juga. Pertengahan Desember lalu, mobil gue tabrakan dengan mobil Honda Oddysey yang disupiri seorang bapak tua di sebuah persimpangan di LA County.
Setelah memberikan semua data ke asuransi mobil, mobil gue dinyatakan total loss. Dalam bahasa lain, tidak akan diperbaiki. Sisa hutang cicilan gue dibayarin sama asuransi, dan mobilnya dibuang.
Gue gak pernah jadi “car guy”. Gak pernah suka sama mobil. Punya mobil karena butuh kendaraan aja. Setahun terakhir di Indonesia gue gak punya mobil. Karena dalam sebulan, biasanya gue paling lama di Indonesia hanya seminggu. Itu pun sebagian besar menghabiskan waktu di rumah, menulis laporan perjalanan ke luar negeri di tiga minggu lainnya. Jadi gak butuh mobil.
Sesampai di Amerika pun begitu. Banyak yang menyarankan untuk membeli mobil. Gue malah beli electric scooter dan electric bike untuk commuting. Tapi akhirnya gue nyerah karena COVID lockdown. Saat itu belum ada vaksin dan mereka yang kena COVID simptomnya parah banget. Karena gue punya diabetes, maka gue termasuk immunocompromised. Jadi naik transportasi umum sangat berbahaya buat keadaan gue. Akhirnya gue beli mobil pertama gue, Jeep Compas.
Tetap tidak jadi “car guy” hingga suatu hari gue memutuskan untuk membeli mobil baru, Volkswagen ID.4, ini EV (mobil listrik) pertama gue dan gue jatuh hati. Dan gue kasih nama Finn. EV itu ringan dan kencang, dan karena software-based, fitur yang computerized-nya banyak. Termasuk beberapa fitur keamanan yang krusial karena keterbatasan fisik gue.
Finn buatan tahun 2022, yaitu model terakhir yang dibuat di Jerman. Sesudah itu sejak 2023, dibuatnya di pabrik Volkswagen di Amerika. Built quality yg di Jerman lebih superior dibanding buatan Amerika.
Enak banget nyupir mobil itu. Tapi sekarang udah gak ada. Terima kasih, Finn.
Selamat jalan!



