Mengapa Gue Betah di Amerika
Tak terasa sekarang sudah menginjak tahun ke-tujuh sejak gue pindah ke Amerika. Ini cerita seri kedua untuk perihal yang sama. Yang pertama gue posting di YouTube beberapa tahun yang lalu. Kalau mau nonton, ini link-nya.
Jadi masih betah Bin? Masih. Soalnya:
Faktor California
Mungkin kalau tinggal di state lain, gue gak akan sebetah ini. Tapi kebanyakan yang gue tahu tentang “Amerika”, sejak masih di Indonesia, berasal dari California. Musik, perusahaan teknologi, skateboarding, surfing, pohon palm, menu makanan dan banyak lagi. Makanya di state yang gak ada salju di musim dingin ini gue merasa seperti berada di tempat yang gue kenal sudah lama lewat internet. Hanya baru berjumpa langsung sekarang. Selain itu, di California udaranya bersahabat untuk mahluk yang dilahirkan dan dibesarkan di iklim tropis seperti gue. Rasanya seperti berada di rumah sendiri.
Akses Perawatan Kesehatan
Saat gue mulai sakit-sakitan, banyak orang yang bilang, “Untung lo tinggal di Amerika jadi bisa diobatin”. Bener banget sih itu. Di sini banyak sekali tenaga ahli dan profesional di bidang kesehatan. Sakit komplikasi akut seperti gue jadi bisa tertangani.
Kebebasan Berbicara
Gue sering di cap “ekstrimis” di Indonesia karena gaya cakap gue yang terang-terangan dan apa adanya. Bukannya gaya bahasa tersebut di sini tidak ada tantangannya, tapi gaya tersebut bisa dihargai di sini, selama yang gue ucapkan masuk akal. Dan gue bisa bicara fakta, karena ada saja orang yang mau menghargai kenyataan. Seperti teman gue bilang waktu gue minta pendapat tentang berbicara ke manajemen karena ketidakpuasan gue terhadap keadaan di tempat kerja, “Karena sesuatu dan lain hal, ini negara jadi tidak bebas. Tapi ini negara yang SEHARUSNYA bebas. Jadi, ya ngomong aja.” Itu dia, meski tidak sempurna, pada prinsipnya negara ini didirikan untuk menerima kebebasan individu. Jadi, ya sorakkan apa yang ada di benakmu! Di sini bisa begitu.
Nonton Konser
Ini seperti mengalami mimpi yang jadi kenyataan. Sebagai pecandu musik akut, gue bahagia banget bisa banyak nonton konser di sini.
Anak Gue
Sejak istri gue hamil, cita-cita gue cuma satu: membawa anak gue sekolah di negara maju. Dan ternyata dia juga betah banget di sini dan berprestasi di sekolah. Jadi klop. Fix. Sudah deh, memang berjodoh.


